saas mengenal aplikasinya qwords

Waspadai Kekurangan SaaS: Tantangan dan Risiko yang Perlu Dipertimbangkan

Posted on

Software as a Service (SaaS) telah menjadi pilihan populer bagi perusahaan karena menawarkan banyak manfaat, seperti aksesibilitas, biaya yang lebih rendah, dan kemudahan penggunaan. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengadopsi SaaS.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai kekurangan SaaS, termasuk dampak negatif terhadap kontrol data, ketergantungan pada koneksi internet, keterbatasan kustomisasi, masalah keamanan, keterbatasan integrasi, biaya tersembunyi, kurangnya dukungan teknis, risiko vendor lock-in, keterbatasan skalabilitas, dan masalah kepatuhan. Dengan memahami kekurangan ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat tentang apakah SaaS merupakan pilihan yang tepat untuk mereka.

Dampak Negatif terhadap Kontrol Data

SaaS menawarkan berbagai manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kontrol data. Ketika perusahaan menggunakan SaaS, mereka menyerahkan kendali atas data mereka ke tangan penyedia SaaS. Hal ini dapat menimbulkan sejumlah masalah, termasuk:

Risiko Keamanan Data

Penyedia SaaS mungkin tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai untuk melindungi data perusahaan. Hal ini dapat membuat data perusahaan rentan terhadap serangan siber dan pelanggaran data.

Akses Tidak Sah ke Data

Karyawan penyedia SaaS mungkin memiliki akses ke data perusahaan. Hal ini dapat menimbulkan risiko akses tidak sah ke data perusahaan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Perubahan Kebijakan Privasi

Penyedia SaaS dapat mengubah kebijakan privasi mereka kapan saja. Hal ini dapat mengakibatkan data perusahaan dibagikan dengan pihak ketiga tanpa persetujuan perusahaan.

Kunci Vendor

Ketika perusahaan menggunakan SaaS, mereka dapat terkunci pada penyedia SaaS tersebut. Hal ini dapat membuat perusahaan sulit untuk berpindah ke penyedia SaaS lain jika mereka tidak puas dengan layanan yang diberikan.

Contoh Kasus Hukum dan Keamanan

Beberapa perusahaan telah menghadapi masalah hukum dan keamanan karena penggunaan SaaS. Misalnya, pada tahun 2016, perusahaan Uber menghadapi tuntutan hukum karena data pribadi penggunanya dibagikan dengan pihak ketiga tanpa persetujuan mereka. Pada tahun 2017, perusahaan Yahoo menghadapi pelanggaran data yang mengakibatkan kebocoran data pribadi lebih dari 3 miliar pengguna.

Ketergantungan pada Koneksi Internet

Salah satu kelemahan utama SaaS adalah ketergantungannya pada koneksi internet. Jika koneksi internet terputus, pengguna tidak akan dapat mengakses aplikasi SaaS. Hal ini dapat menyebabkan masalah yang signifikan bagi bisnis yang bergantung pada aplikasi SaaS untuk menjalankan operasi mereka.

Salah satu contoh kasus di mana gangguan koneksi internet menyebabkan masalah bagi pengguna SaaS adalah ketika perusahaan mengalami pemadaman listrik. Ketika pemadaman listrik terjadi, semua perangkat yang terhubung ke internet, termasuk aplikasi SaaS, akan terputus. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya data, gangguan pada operasi bisnis, dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Ada beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk memitigasi risiko gangguan internet. Salah satu strateginya adalah dengan menggunakan layanan internet cadangan. Layanan internet cadangan ini dapat digunakan untuk menyediakan akses internet ke aplikasi SaaS jika koneksi internet utama terputus. Strategi lainnya adalah dengan menggunakan aplikasi SaaS yang memiliki fitur offline.

Aplikasi SaaS yang memiliki fitur offline memungkinkan pengguna untuk mengakses aplikasi dan data mereka meskipun tidak ada koneksi internet.

Keterbatasan Kustomisasi

Aplikasi SaaS dirancang untuk melayani berbagai pelanggan dengan kebutuhan yang beragam. Namun, ini juga berarti bahwa aplikasi SaaS mungkin tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap perusahaan. Keterbatasan kustomisasi dalam aplikasi SaaS dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan bisnis spesifik mereka.

Salah satu perbedaan utama antara SaaS dan perangkat lunak lokal adalah tingkat fleksibilitas dan kustomisasi yang ditawarkan. Perangkat lunak lokal diinstal pada komputer atau server perusahaan, yang memberi perusahaan kendali penuh atas aplikasi tersebut. Perusahaan dapat memodifikasi kode sumber, menambahkan fitur baru, dan mengintegrasikan perangkat lunak dengan sistem lain sesuai kebutuhan mereka.

Di sisi lain, aplikasi SaaS di-host oleh penyedia layanan dan diakses melalui internet. Ini berarti bahwa perusahaan tidak memiliki kendali langsung atas kode sumber atau infrastruktur aplikasi. Setiap perubahan atau penyesuaian harus dilakukan melalui penyedia layanan, yang mungkin memiliki keterbatasan dalam hal apa yang dapat mereka lakukan.

Contoh Perusahaan yang Menghadapi Tantangan

Salah satu contoh perusahaan yang menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan SaaS karena keterbatasan kustomisasi adalah perusahaan manufaktur besar. Perusahaan ini memiliki kebutuhan unik untuk melacak inventaris, produksi, dan pengiriman. Mereka menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola proses ini, tetapi mereka menemukan bahwa aplikasi tersebut tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka.

Misalnya, mereka tidak dapat membuat laporan khusus yang mereka butuhkan, dan mereka tidak dapat mengintegrasikan aplikasi SaaS dengan sistem ERP mereka yang ada. Hal ini menyebabkan masalah yang signifikan bagi perusahaan dan akhirnya mereka memutuskan untuk beralih ke perangkat lunak lokal yang lebih fleksibel.

Masalah Keamanan

saas mengenal aplikasinya qwords

Penggunaan SaaS dapat meningkatkan risiko keamanan bagi perusahaan karena beberapa alasan. Pertama, aplikasi SaaS di-host di server pihak ketiga, yang berarti bahwa perusahaan tidak memiliki kendali langsung atas keamanan data mereka. Kedua, aplikasi SaaS sering kali dapat diakses dari mana saja, yang dapat membuat mereka lebih rentan terhadap serangan.

Ketiga, aplikasi SaaS sering kali tidak se-aman aplikasi yang dihosting secara lokal, karena mereka tidak memiliki sumber daya yang sama untuk keamanan.

Jenis Serangan Keamanan Umum pada Aplikasi SaaS

Ada beberapa jenis serangan keamanan yang umum terjadi pada aplikasi SaaS, di antaranya:

  • Serangan phishing: Serangan phishing adalah upaya untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti nama pengguna, kata sandi, atau nomor kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang sah.
  • Serangan malware: Serangan malware adalah upaya untuk menginfeksi komputer atau perangkat lain dengan perangkat lunak berbahaya, seperti virus, worm, atau trojan horse.
  • Serangan DDoS: Serangan DDoS adalah upaya untuk membuat aplikasi atau situs web tidak tersedia dengan membanjirinya dengan lalu lintas.
  • Serangan man-in-the-middle: Serangan man-in-the-middle adalah upaya untuk mencegat komunikasi antara dua pihak dan menyamar sebagai salah satu pihak tersebut.

Contoh Kasus Pelanggaran Keamanan yang Melibatkan Aplikasi SaaS

Ada beberapa contoh kasus pelanggaran keamanan yang melibatkan aplikasi SaaS, di antaranya:

  • Pada tahun 2016, perusahaan perangkat lunak Salesforce mengalami pelanggaran keamanan yang mengakibatkan kebocoran data pribadi lebih dari 100.000 pelanggan.
  • Pada tahun 2017, perusahaan penyimpanan cloud Dropbox mengalami pelanggaran keamanan yang mengakibatkan kebocoran data pribadi lebih dari 68 juta pengguna.
  • Pada tahun 2018, perusahaan manajemen hubungan pelanggan (CRM) HubSpot mengalami pelanggaran keamanan yang mengakibatkan kebocoran data pribadi lebih dari 5 juta pelanggan.

Keterbatasan Integrasi

Keterbatasan integrasi merupakan salah satu tantangan umum yang dihadapi perusahaan saat menggunakan aplikasi Software as a Service (SaaS). Keterbatasan ini dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengintegrasikan sistem dan aplikasi yang ada dengan aplikasi SaaS, sehingga menghambat aliran data dan proses bisnis yang lancar.

Salah satu tantangan utama dalam integrasi aplikasi SaaS adalah perbedaan platform dan teknologi. Aplikasi SaaS seringkali dibangun menggunakan teknologi yang berbeda dari sistem internal perusahaan, sehingga memerlukan upaya tambahan untuk mengintegrasikannya. Selain itu, aplikasi SaaS mungkin memiliki keterbatasan dalam hal fungsionalitas dan kemampuan integrasi, sehingga tidak dapat memenuhi semua kebutuhan bisnis perusahaan.

Contoh Perusahaan yang Menghadapi Masalah Integrasi Saat Menggunakan SaaS

  • Perusahaan manufaktur yang menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola rantai pasokan mereka mengalami kesulitan mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan sistem ERP internal mereka. Hal ini menyebabkan masalah dalam berbagi data antara kedua sistem dan menghambat proses produksi dan pengiriman.
  • Perusahaan ritel yang menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola penjualan online mereka mengalami masalah mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan sistem manajemen gudang mereka. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pemrosesan pesanan dan pengiriman barang.
  • Perusahaan jasa keuangan yang menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola portofolio investasi mereka mengalami masalah mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan sistem akuntansi internal mereka. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengkonsolidasikan data keuangan dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat.

Biaya Tersembunyi

Saat menggunakan aplikasi berbasis SaaS, sering kali ada biaya tersembunyi yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Biaya-biaya ini dapat menumpuk dan melebihi biaya awal yang dibayarkan untuk menggunakan aplikasi SaaS.

Jenis biaya tersembunyi yang umum terjadi pada aplikasi SaaS meliputi:

Biaya Integrasi

  • Biaya integrasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghubungkan aplikasi SaaS dengan sistem atau aplikasi lain yang sudah ada di perusahaan.
  • Biaya ini dapat meliputi biaya konsultasi, pengembangan, dan pengujian.

Biaya Pelatihan

  • Biaya pelatihan adalah biaya yang dikeluarkan untuk melatih karyawan tentang cara menggunakan aplikasi SaaS.
  • Biaya ini dapat meliputi biaya kursus, bahan pelatihan, dan waktu yang dihabiskan oleh karyawan untuk mengikuti pelatihan.

Biaya Kustomisasi

  • Biaya kustomisasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengubah aplikasi SaaS agar sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.
  • Biaya ini dapat meliputi biaya konsultasi, pengembangan, dan pengujian.

Biaya Dukungan

  • Biaya dukungan adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan dukungan teknis dari penyedia aplikasi SaaS.
  • Biaya ini dapat meliputi biaya langganan, biaya per insiden, dan biaya perjalanan.

Sebagai contoh, perusahaan XYZ menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola hubungan pelanggan (CRM). Perusahaan XYZ membayar biaya berlangganan bulanan sebesar Rp10.000.000 untuk menggunakan aplikasi SaaS tersebut.

Namun, perusahaan XYZ juga mengeluarkan biaya tersembunyi lainnya, seperti:

  • Biaya integrasi sebesar Rp5.000.000 untuk menghubungkan aplikasi SaaS dengan sistem CRM yang sudah ada.
  • Biaya pelatihan sebesar Rp2.000.000 untuk melatih karyawan tentang cara menggunakan aplikasi SaaS.
  • Biaya kustomisasi sebesar Rp3.000.000 untuk mengubah aplikasi SaaS agar sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.
  • Biaya dukungan sebesar Rp1.000.000 untuk mendapatkan dukungan teknis dari penyedia aplikasi SaaS.

Total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan XYZ untuk menggunakan aplikasi SaaS tersebut adalah Rp21.000.000, yang lebih tinggi dari biaya berlangganan bulanan sebesar Rp10.000.000.

Kurangnya Dukungan Teknis

saas keuntungan menggunakan contohnya isi daftar

Dukungan teknis adalah komponen penting dari perangkat SaaS apa pun. Tanpa dukungan yang memadai, pengguna mungkin mengalami masalah dengan kinerja dan produktivitas. Ada beberapa jenis masalah dukungan teknis yang umum terjadi pada aplikasi SaaS. Masalah-masalah ini dapat berkisar dari masalah kecil hingga masalah besar yang dapat memengaruhi seluruh organisasi.paragraf

penjelasan

Jenis Masalah Dukungan Teknis Umum pada Aplikasi SaaS

Beberapa jenis masalah dukungan teknis yang umum terjadi pada aplikasi SaaS meliputi:

  • Masalah kinerja: Pengguna mungkin mengalami masalah kinerja seperti lambatnya pemuatan halaman, waktu respons yang lambat, dan kesalahan server.
  • Masalah ketersediaan: Pengguna mungkin mengalami masalah ketersediaan seperti pemadaman layanan, gangguan, dan masalah pemeliharaan.
  • Masalah keamanan: Pengguna mungkin mengalami masalah keamanan seperti serangan siber, kebocoran data, dan pelanggaran privasi.
  • Masalah kompatibilitas: Pengguna mungkin mengalami masalah kompatibilitas seperti masalah dengan browser, sistem operasi, dan perangkat keras.
  • Masalah konfigurasi: Pengguna mungkin mengalami masalah konfigurasi seperti kesalahan konfigurasi, masalah integrasi, dan masalah penyesuaian.

Perusahaan yang Menghadapi Masalah Dukungan Teknis Saat Menggunakan SaaS

Beberapa perusahaan yang menghadapi masalah dukungan teknis saat menggunakan SaaS meliputi:

  • Salesforce: Salesforce adalah salah satu penyedia SaaS terbesar di dunia. Namun, Salesforce telah menghadapi beberapa masalah dukungan teknis dalam beberapa tahun terakhir. Masalah-masalah ini meliputi pemadaman layanan, gangguan, dan masalah kinerja.
  • Workday: Workday adalah penyedia SaaS lainnya yang telah menghadapi masalah dukungan teknis. Masalah-masalah ini meliputi masalah ketersediaan, masalah keamanan, dan masalah kompatibilitas.
  • SAP: SAP adalah penyedia SaaS yang telah menghadapi masalah dukungan teknis. Masalah-masalah ini meliputi masalah kinerja, masalah keamanan, dan masalah konfigurasi.

Risiko Vendor Lock-in

Vendor lock-in adalah risiko yang terjadi ketika suatu perusahaan sangat bergantung pada satu penyedia SaaS tertentu, sehingga sulit atau mahal untuk beralih ke penyedia lain. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk kontrak jangka panjang, ketergantungan pada fitur atau layanan khusus, atau kurangnya kompatibilitas dengan platform lain.

Jenis Kontrak dan Perjanjian yang Dapat Menyebabkan Vendor Lock-in

  • Kontrak jangka panjang: Kontrak jangka panjang dengan satu penyedia SaaS dapat membuat perusahaan sulit untuk beralih ke penyedia lain, terutama jika ada biaya pemutusan kontrak yang tinggi.
  • Ketergantungan pada fitur atau layanan khusus: Jika perusahaan sangat bergantung pada fitur atau layanan khusus yang hanya tersedia dari satu penyedia SaaS, maka akan sulit untuk beralih ke penyedia lain yang tidak menawarkan fitur atau layanan tersebut.
  • Kurangnya kompatibilitas dengan platform lain: Jika platform SaaS tidak kompatibel dengan platform lain, maka perusahaan akan kesulitan untuk mengintegrasikan data dan sistemnya dengan platform lain, sehingga sulit untuk beralih ke penyedia SaaS lain.

Contoh Perusahaan yang Menghadapi Masalah Vendor Lock-in saat Menggunakan SaaS

  • Perusahaan A menggunakan platform SaaS dari Penyedia A untuk mengelola keuangannya. Namun, setelah beberapa tahun, perusahaan A menyadari bahwa platform SaaS dari Penyedia A tidak lagi memenuhi kebutuhannya. Perusahaan A ingin beralih ke platform SaaS dari Penyedia B, tetapi mereka terikat kontrak jangka panjang dengan Penyedia A dan harus membayar biaya pemutusan kontrak yang tinggi.
  • Perusahaan B menggunakan platform SaaS dari Penyedia B untuk mengelola pemasarannya. Namun, setelah beberapa saat, perusahaan B menyadari bahwa platform SaaS dari Penyedia B tidak memiliki fitur-fitur yang dibutuhkan oleh perusahaan B. Perusahaan B ingin beralih ke platform SaaS dari Penyedia C, tetapi data dan sistem perusahaan B tidak kompatibel dengan platform SaaS dari Penyedia C.

Keterbatasan Skalabilitas

SaaS adalah model pengiriman perangkat lunak yang semakin populer, namun memiliki keterbatasan skalabilitas. Keterbatasan ini dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang.Keterbatasan skalabilitas dalam aplikasi SaaS dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang. Ketika perusahaan tumbuh, mereka mungkin memerlukan lebih banyak sumber daya untuk mendukung aplikasi SaaS mereka.

Namun, aplikasi SaaS sering kali memiliki keterbatasan dalam hal skalabilitas, yang berarti mereka mungkin tidak dapat menangani peningkatan beban kerja. Hal ini dapat menyebabkan kinerja aplikasi yang lambat atau bahkan kegagalan sistem.

Tantangan saat Menskalakan Aplikasi SaaS

Perusahaan menghadapi beberapa tantangan saat menskalakan aplikasi SaaS mereka. Salah satu tantangannya adalah biaya. Ketika perusahaan tumbuh, mereka mungkin perlu membeli lebih banyak lisensi atau meningkatkan ke paket yang lebih mahal. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan biaya yang signifikan.Tantangan lain yang dihadapi perusahaan saat menskalakan aplikasi SaaS adalah keamanan.

Ketika perusahaan tumbuh, mereka mungkin perlu memberikan akses ke aplikasi SaaS mereka kepada lebih banyak karyawan. Hal ini dapat meningkatkan risiko pelanggaran keamanan. Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa aplikasi SaaS mereka aman dan terlindungi.

Contoh Perusahaan yang Menghadapi Masalah Skalabilitas saat Menggunakan SaaS

Beberapa perusahaan telah menghadapi masalah skalabilitas saat menggunakan SaaS. Salah satu contohnya adalah perusahaan ritel besar yang menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola inventarisnya. Ketika perusahaan tumbuh, mereka perlu menambahkan lebih banyak produk ke inventaris mereka. Namun, aplikasi SaaS yang mereka gunakan tidak dapat menangani peningkatan beban kerja dan mulai mengalami kinerja yang lambat.

Hal ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang signifikan.Contoh lain adalah perusahaan perangkat lunak yang menggunakan aplikasi SaaS untuk mengelola hubungan pelanggan mereka. Ketika perusahaan tumbuh, mereka perlu menambahkan lebih banyak pelanggan ke basis data mereka. Namun, aplikasi SaaS yang mereka gunakan tidak dapat menangani peningkatan beban kerja dan mulai mengalami kegagalan sistem.

Hal ini menyebabkan perusahaan kehilangan pelanggan dan reputasi.

Masalah Kepatuhan

Ketika perusahaan menggunakan SaaS, mereka mempercayakan data dan proses bisnis mereka kepada pihak ketiga. Hal ini dapat menimbulkan risiko kepatuhan, karena perusahaan mungkin tidak memiliki kontrol yang sama atas data dan proses mereka seperti yang mereka lakukan jika mereka menghosting aplikasi secara internal.

Jenis peraturan dan standar yang dapat terpengaruh oleh penggunaan SaaS meliputi:

  • Peraturan perlindungan data, seperti GDPR (General Data Protection Regulation) di Uni Eropa dan CCPA (California Consumer Privacy Act) di Amerika Serikat.
  • Peraturan keamanan informasi, seperti ISO 27001 dan NIST 800-53.
  • Peraturan industri khusus, seperti HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) untuk industri kesehatan dan PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) untuk industri pembayaran.

Salah satu contoh perusahaan yang menghadapi masalah kepatuhan saat menggunakan SaaS adalah British Airways. Pada tahun 2018, British Airways didenda £20 juta oleh ICO (Information Commissioner’s Office) karena pelanggaran perlindungan data yang terjadi melalui layanan SaaS yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

Simpulan Akhir

saas

SaaS menawarkan banyak manfaat, tetapi juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Perusahaan harus mengevaluasi dengan cermat kekurangan ini sebelum memutuskan apakah SaaS merupakan pilihan yang tepat untuk mereka. Dengan memahami risiko dan tantangan yang terkait dengan SaaS, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan bahwa mereka dapat menggunakan SaaS secara efektif dan aman.

Sudut Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah SaaS dapat membatasi kendali perusahaan terhadap data mereka?

Ya, SaaS dapat membatasi kendali perusahaan terhadap data mereka karena data tersebut disimpan dan dikelola oleh penyedia SaaS. Perusahaan mungkin memiliki akses terbatas untuk mengubah atau mengekspor data mereka, dan mereka mungkin menghadapi risiko keamanan jika penyedia SaaS mengalami pelanggaran data.

Bagaimana ketergantungan pada koneksi internet dapat memengaruhi kinerja dan keandalan aplikasi SaaS?

Ketergantungan pada koneksi internet dapat memengaruhi kinerja dan keandalan aplikasi SaaS karena jika koneksi internet terputus, pengguna tidak dapat mengakses aplikasi atau data mereka. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada operasi bisnis dan kehilangan produktivitas.

Apa saja jenis serangan keamanan yang umum terjadi pada aplikasi SaaS?

Jenis serangan keamanan yang umum terjadi pada aplikasi SaaS meliputi serangan phishing, serangan malware, serangan DDoS, dan serangan injeksi SQL. Serangan-serangan ini dapat mengeksploitasi kerentanan dalam aplikasi SaaS dan memungkinkan penyerang untuk mendapatkan akses ke data atau sistem perusahaan.

Bagaimana risiko vendor lock-in dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk beralih ke penyedia SaaS lain?

Risiko vendor lock-in dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk beralih ke penyedia SaaS lain karena perusahaan mungkin terikat dengan kontrak jangka panjang atau menghadapi biaya tinggi untuk beralih penyedia. Hal ini dapat membatasi fleksibilitas perusahaan dalam memilih penyedia SaaS yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *