wisata di dunia yang hilang dalam lima tahun terakhir

Destinasi Wisata yang Hilang dari Dunia: Sebuah Catatan Lima Tahun Terakhir

Posted on

wisata di dunia yang hilang dalam lima tahun terakhir

Destinasi Wisata yang Hilang dari Dunia: Sebuah Catatan Lima Tahun Terakhir

Dalam lanskap pariwisata yang terus berubah, beberapa destinasi berharga telah lenyap dari peta, meninggalkan kerinduan bagi para penjelajah yang pernah mengalaminya. Berikut ini adalah daftar wisata dunia yang telah hilang dalam lima tahun terakhir:

Istana Salju Harbin, Tiongkok

Istana Salju yang mempesona ini dibangun dari balok es yang diukir dengan indah, menciptakan dunia fantasi bertema dongeng di musim dingin. Namun, karena perubahan iklim dan tingginya biaya pemeliharaan, Istana Salju tidak lagi dibangun sejak 2018.

Laut Aral, Kazakhstan dan Uzbekistan

Laut Aral yang dulunya luas adalah sumber kehidupan bagi komunitas pesisir dan ekosistem yang kaya. Sayangnya, penyimpangan air untuk irigasi telah menyebabkan penyusutan drastis, mengubahnya menjadi gurun asin yang luas.

Desa Chausey, Prancis

Terletak di lepas pantai Normandia, Desa Chausey adalah surga terpencil dengan pantai berpasir dan rumah-rumah berwarna cerah. Namun, akibat kenaikan permukaan laut, desa ini menjadi tidak layak huni pada tahun 2022 dan penduduknya terpaksa pindah.

Gletser Vatnajökull, Islandia

Gletser terbesar di Eropa telah menyusut secara signifikan dalam lima tahun terakhir karena pemanasan global. Resesi gletser telah mengungkap fitur geologi baru, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang hilangnya habitat bagi satwa liar Arktik.

Hutan Hujan Amazon, Brasil

Hutan hujan Amazon yang luas merupakan paru-paru planet kita, tetapi penebangan liar dan kebakaran hutan telah menyebabkan deforestasi yang mengkhawatirkan. Dalam lima tahun terakhir, hutan hujan telah kehilangan lebih dari 100.000 kilometer persegi tutupan hutan.

Kota Tua Palmyra, Suriah

Kota kuno Palmyra, yang terkenal dengan kuil-kuil Romawinya yang megah, telah dihancurkan oleh kelompok ekstremis dalam lima tahun terakhir. Reruntuhan bersejarahnya menjadi simbol hilangnya warisan budaya yang tak tergantikan.

Hagia Sophia, Turki

Hagia Sophia yang ikonik pernah menjadi katedral Kristen Timur, masjid, dan sekarang menjadi museum. Sayangnya, keputusan pemerintah Turki untuk mengubah museum kembali menjadi masjid pada tahun 2020 telah memicu kontroversi dan kekhawatiran tentang pelestarian karya seni Kristen di dalamnya.

Gua Phraya Nakhon, Thailand

Gua Phraya Nakhon yang spektakuler di Taman Nasional Khao Sam Roi Yot adalah rumah bagi Kuil Phraya Nakhon yang dibangun di dalam gua. Akses ke gua telah dibatasi dalam lima tahun terakhir karena masalah keselamatan, menjadikannya destinasi yang hilang bagi turis.

Kesimpulan

Wisata yang hilang ini adalah pengingat yang menyedihkan akan dampak manusia dan alam terhadap lingkungan kita. Kehilangan destinasi-destinasi berharga ini menyoroti pentingnya konservasi, keberlanjutan, dan perlindungan warisan budaya kita.

FAQ

  1. Mengapa Istana Salju Harbin tidak lagi dibangun?
    Karena perubahan iklim dan tingginya biaya pemeliharaan.

  2. Apa yang menyebabkan penyusutan Laut Aral?
    Penyimpangan air untuk irigasi.

  3. Mengapa Desa Chausey menjadi tidak layak huni?
    Karena kenaikan permukaan laut.

  4. Bagaimana pemanasan global mempengaruhi Gletser Vatnajökull?
    Menyebabkan penyusutan gletser.

  5. Apa konsekuensi deforestasi di Hutan Hujan Amazon?
    Kehilangan habitat satwa liar, perubahan iklim, dan polusi udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *